photo cc532cee-48b0-4304-ab84-5f3a3fad823f.jpg  photo cc532cee-48b0-4304-ab84-5f3a3fad823f.jpg
 
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan

Nomor Punggung Pemain Baru Liverpool

Di akhir jendela transfer musim panas ini Liverpool berhasil memborong 3 pemain sekaligus. Mereka adalah Mas keling Mamadou Sakho dan Victor Moses serta Dik Tiago Iloori.

Mas Mamadou Sakho di boyong dari PSG, sedangkan Mas satunya Victor Moses berhasil dipinjam dari tetangga sebelah atas jasa Mourinho sebagai teman karibnya juragan BR. Dik Tiago didapat dari Sporting CP.

Yang menjadi teka teki, mereka akan menggunakan nomor punggung berapa?
Nomor yang belum punya pemilik diantaranya 12 ( Pacheco balik ke Spanyol)13, 17, 18, 19, 23, 26, 27, 32, 40,41, 42, 44, 46. dan nomor diatas 52.
Mas Sakho, di PSG dia pakai kaos nomor punggung 3, sedangkan di timnas Perancis dia memakai nomor kecil juga 3 dan 5. Nah berhubung di Liverpool nomor nomor kecil sudah dipakai sama Abang-Abangnya. Kemungkinan besar dia akan memilih angka 23 , kenapa? karena disitu ada nomor tiganya.Simple kan? Ataua malah pilih nomor punggung yang biasa dipakai gelandang 17 atau 18.

Mas Voctor di Chelsea dia pakai nomor 13, sedangkan di Timnas dia pakai nomor 12, nah kemungkinan besar dia akan tetep pakai nomor 13 atau 12 milik Pacheco yang pulang mudik kenegaranya.

Lantas bagaimana dengan Dik Ilori?
Mirip bintang film The Lord Of The Ring ini di Sporting dia juga sama seperti Mas Sakho, pakai nomor 3, sedangkan di Timnas Junior dia selalu pakai nomor 4, Nah diantara nomor yang free tadi, kemungkinan dia akan pilih nomor besar 40. Atau kalau terlalu besar masih ada nomor 23 dan 26.

Itu sedikit prediksi Liverpudlianesia tentang nomor punggung pemain baru Liverpool.

Lebih Dekat Dengan Luiz Suarez


Siapa yang tak kenal dengan Luis Suarez? Belakangan ini, penyerang Liverpool asal Uruguay itu memang tengah menjadi topik perbincangan yang hangat di berbagai media, baik luar maupun dalam negeri. Namun, itu bukan tentang prestasi atau hal positif yang dilakukannya.

Masih teringat jelas di ingatan para penggemar bola, terutama pendukung Manchester United dan timnya sendiri, kasus pelecehan rasial yang dilakukannya terhadap pemain belakang MU, Patrice Evra. Dalam pertandingan Liverpool versus MU di Anfield yang berakhir dengan skor imbang 1-1 itu, Suarez disebut telah mengejek Evra dengan mengucapkan "negro" sebanyak tujuh kali. FA memutuskan mantan pemain Ajax ini bersalah dan mengganjarnya dengan sanksi larangan bermain selama delapan pertandingan dan denda 40 ribu poundsterling.

Saat proses penyelidikan oleh FA terhadap kasus pelecehan rasial itu berlangsung, pemain berusia 25 tahun itu kembali melakukan tindakan kontroversial saat "The Reds" bertanding melawan Fulham, 5 Desember lalu. Suarez terlihat mengacungkan jari tengahnya ke arah pendukung Fulham. Akibatnya, dia diganjar sanksi satu kali larangan bermain.

Hingga kemudian, hukuman untuk Suarez berakhir sudah. Dia diturunkan sebagai pemain pengganti oleh pelatih Kenny Dalglish untuk melawan Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Inggris di Anfield, Senin atau Selasa (7/2/2012) dini hari, untuk menambah daya gedor tim dan hasilnya terlihat.

Namun sangat disayangkan, pada pertandingan pertamanya itu, dia kembali berulah. Suarez mendapat hadiah kartu kuning dari wasit setelah menendang perut pemain Spurs, Scott Parker.


'Anak emas' Dalglish

Pemain kelahiran Salto, 24 Januari 1987, dibeli Liverpool dari Ajax. Catatan 74 gol bersama tim asal Belanda itu dan kelihaiannya dalam bermain bola membuat banyak klub asal Eropa ingin meminangnya. Liverpool pun merasa beruntung mendapatkan Suarez dengan nilai transfer 26 juta euro.

Pada 28 Januari 2011, Suarez resmi bergabung bersama Liverpool. Kehadirannya di Anfield disambut baik oleh pemain, official, para Liverpudlian, penggemar fanatik Liverpool, dan tentunya Kenny Dalglish.

King Kenny, julukan untuk Dalglish, sangat terkesan dengan kemampuan Suarez memainkan si kulit bundar. Dia sering memuji pola bermain Suarez dalam membantu serangan "The Reds". Selain itu, King Kenny selalu mempercayakan posisi striker pada pemain timnas Uruguay ini.

Dalglish sering memuji performa Suarez. Suami dari Sofia Balbi dan ayah dari anak perempuan bernama Delfina ini disebut Dalglish bisa mematahkan kesan buruk para pemain Uruguay yang hobi melakukan diving.

Hal ini bermulai dari debut pertama Suarez bersama Liverpool. Suarez masuk sebagai pemain pengganti dalam laga "The Reds" melawan Stoke City, awal Februari 2011. Di pertandingan pertamanya ini, baru 16 menit bermain, dia langsung mencetak gol debutnya. Sejak saat itulah, Suarez selalu menjadi andalan King Kenny untuk merobek pertahanan lawan.

Pujian tak sampai di situ. Usai melakoni laga melawan Stoke City, akhir Oktober lalu, King Kenny bahkan mengaku sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kekagumannya pada Suarez. Liverpool yang sempat tertinggal 0-1 berhasil menang tipis 2-1 melalui dua gol yang semuanya dicetak oleh Suarez.

"Saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan dia (Suarez) sejak minggu pertama dia datang ke klub kami. Gol yang pertama adalah hal fantastis. Jelas sekali saya tidak berpikir dia untuk mencetak gol dengan cara seperti itu bukan? Anda pun saya yakin juga tidak menduganya. Dirinya terus memberikan rasa nyaman bagi kami, hal-hal lain darinya jelas sangat layak untuk ditunggu," kata King Kenny.

Saat dituduh melakukan pelecehan rasial, King Kenny juga tetap menyatakan dukungannya kepada Suarez dengan tegas dan menyayangkan sanksi yang dijatuhkan FA. Katanya kala itu, semua elemen klub berada di belakang Suarez. Sampai Liverpool berhadapan dengan Tottenham, Selasa kemarin, pelatih asal Skotlandia itu tetap memuji penampilan Suarez meski tak ada satupun gol yang dicetaknya dan "The Reds" harus puas dengan skor imbang.

Sementara itu, saat publik mengecamnya karena dinilai telah menendang perut Parker, King Kenny lagi-lagi membela mantan pemain Groningen itu. King Kenny menganggap bahwa pemain bernama lengkap Luis Alberto Suárez Díaz itu tidak sengaja melakukannya. Selain itu, King Kenny menjawab sinis saat ditanya komentarnya tentang tweet Wayne Rooney dan Garry Neville yang mencemooh Suarez.

"Mengapa Rooney men-tweet seperti itu? saya tidak punya pandangan tentang itu. Kecuali, jika Gary dan Rooney berdiri disana, saya yang akan menjawab pertanyaan mereka," tegas Dalglish.

Demikianlah kasih sayang King Kenny terhadap Suarez...


Saya tidak rasis!

Setelah menuntaskan sanksi pascapelecehan rasial yang dilakukannya, untuk pertama kalinya dia akan bertatap muka dengan Evra pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (11/2/2012). Publik kembali memprediksikan laga ini akan berlangsung dengan tensi yang tinggi.

Prediksi ini muncul bukan tanpa alasan. Saat Suarez tengah menjalani hukuman, MU bertamu ke Anfield dan Patrice Evra dimainkan oleh pelatih Sir Alex Ferguson. Evra pun menjadi pusat cemoohan para Liverpudlian. Jadi, saat Liverpool bertamu ke Old Trafford, dapat dipastikan Suarez akan menjadi bulan-bulanan para pendukung setia MU.

Namun, inilah Suarez. Dia tetap tenang dan santai. Dia tak menggubris hal itu, bahkan memastikan bahwa cemoohan itu akan memotivasi dirinya untuk bermain dengan baik.

"Saya tahu pendukung MU akan membuatku merasa tak nyaman. Tetapi, harus saya sampaikan bahwa hal itu justru akan memacu saya," ujar pemain berusia 25 tahun ini.

Sikap santainya dipengaruhi pemikiran bahwa dia tak pernah bersalah atas tuduhan pelecehan rasial itu. Hingga saat ini, Suarez masih membantah bahwa dirinya menghina Evra. Dia juga dikabarkan tak akan meminta maaf pada Evra. Menurutnya, sebutan "negro" dengan bahasa Uruguay itu dianggap biasa saja di negara asalnya. Namun, hal itu tentu tidak akan diterima oleh Evra.

"Apa yang terjadi dilapangan, tetap ada di lapangan dan itulah akhir dari cerita," katanya acuh tak acuh.

Data singkat Luis Suárez

Nama: Luis Alberto Suárez Díaz
Tanggal Lahir: 24 January 1987
Tempat Lahir: Salto, Uruguay
Tim nasional: Uruguay
Tinggi Badan: 181 cm
Posisi: Penyerang
Nomor Punggung: 7
Klub Sekarang: Liverpool

Karier senior
Tahun Tim
2005-06 Nacional
2006-07 Groningen
2007-11 Ajax
2011- Liverpool
(kompasbola)

Siapa Dibalik Kehebatan Kapiten


Gelandang Liverpool dan timnas Inggris, Steven Gerrard, mengakui bahwa kehebatannya dalam mengolah bola hingga sekarang ini tidak terlepas dari peran sahabatnya, Dietmar Hamman, mantan pemain Liverpool yang telah "gantung sepatu" akhir musim lalu.

Stevie G dan Didi, panggilan akrab mereka, pernah memperkuat lini tengah Liverpool selama hampir tujuh tahun. Hal inilah yang membuat Stevie G percaya bahwa kualitas bertahan yang Didi miliki mampu mengasah kemampuan Gerrard dalam menyerang dan mencetak gol.

"Dia mengizinkanku untuk maju dan mencetak gol. Dia melakukan semua pekerjaanku," ujar Stevie G dilansir dari Soccernet.

"Alasan orang berbicara tentang aku dan bagaimana aku bermain karena ada Didi di sana," ungkap Gerrard dalam peluncuran buku Didi yang berjudul The Didi Man: My Love Affair with Liverpool.

Menurut pemain berusia 31 tahun ini, Didi adalah gelandang terbaik di dunia dan ia mengatakan bahwa tidak ada penggemar, pelatih, atau pemain di Anfield yang tidak mencintainya.

Dietmar Hamman telah bermain sebanyak 283 kali dan mencetak 11 gol untuk "The Reds" sebelum hengkang ke Manchester City pada tahun 2006. Dari tahun 1999-2006 Liga Champions, Piala Carling, Piala FA, Charity Shield, Piala UEFA, dan European Super Cup telah diraihnya bersama Liverpool.

Siapa Itu Sebastian Coates


Siapa itu Sebastian Coates , Dia adalah calon bek tengah anyar yang akan di rekrut Liverpool tinggal menunggu waktu saja.

Namanya bukan kebiasaan orang Uruguay karena nama ini biasa dipakai di negeri matador sono.

Nama keluarga pertama atau ayahnya adalah Coates dan nama keluarga kedua atau ibu Nion.
Jadi lengkapnya jadi Sebastián Coates Nion lahir 7 Oktober 1990 adalah pemain sepak bola Uruguay yang bermain untuk Club Nacional de Football. Fans memanggilnya Luganito atau Lugano yang berarti kecil.

Kalau denger Coates (baca:kotes) teringat akan sebuah species ikan jenis lele yang hidup di kali (sungai). Ikan ini memang tergolong kecil di banding dengan lele pada umumnya apalagi lele dumbo, ga ono apa-apanya.

Tapi jangan ditanya tentang kekuatannya, kotes ini lebih kuat dan lebih gesit dan satu lagi "patilnya" kalau mematil, wow! sakit sampai ujung ubun-ubun bisa menjalar sampIke ujung kaki, nah coba banyangin sendiri.

Terus apa hubungannya dengan Coates berwajah bule ini? mungkin King Kenny terinspirasi atau mimpi berkunjung ke Indonesia ini dan diajak oleh Liverpudlian cah ndeso ini mancing di kali.
Sehingga ia langsung menanyakan juga ke temen waktu main layang-layang waktu kecil, siapa lagi kalau bukan Luiz. Dan semalam saat The Kop melumat Bolton Sebastian sudah ada di tribun melihat calon klubnya main. Jadi inilah salah satu tanda-tandanya (bukan tanda-tandanya kang Mus Mujiono lho?).


Bagaiman dengan karirnya dia?
Coates bergabung Nacional , dan meniti karier melalui kelompok usia, muncul sebagai kapten di setiap tingkatan. Pada tahun 2009, berusia 18 ia menandatangani kontrak profesionalnya dan mulai bermain untuk tim utama. Penampilan pertamanya terjadi saat melawan Bella Vista, berkat penampilan yang ciamik ia mendapatkan predikat man of the match oleh El País.

Pada bulan Agustus 2011, Coates banyak diminati klub bermata biru ini salah satunyadari Inggris Liverpool FC. Walau belum secara resmi namun dia sudah nongol tadi saat melumat Bolton itu, mungkin penyelesaian administrasi termasuk pembuatan KTP ke RT, RW dan kelurahan akan selesai pada 26 atau 27 Agustus ini.

Internasional karir
Setelah bermain untuk Uruguay Under 20 tim ia dipanggil untuk pertandingan leg pertama Uruguay dalam playoff CONMEBOL-CONCACAF melawan Kosta Rika di mana dia dudk dibangku cadangan dan tidak dimainkan, kasihan amat?. Dia membuat debut internasional penuh saat melawan Chili pada 2011 Copa América. Dan dia Coates memenangkan penghargaan untuk Pemain Muda Terbaik di akhir turnamen ini.

Klub
Nacional
Primera División Uruguaya: 2008-09

Internasional
Uruguay
Copa América 2011:
Pemenang Individu Copa América Pemain Muda Terbaik: 2011
(berbagi sumber)

Luiz Man Of The Match


Luis Suarez gagal menjebol gawang lawan saat Liverpool menundukkan Bolton Wanderers 3-1. Meski membuang beberapa peluang, sang striker tetap dapat sanjungan dari pelatih dan rekannya.

Liverpool tampil sangat meyakinkan saat menggebuk Bolton dengan skor 3-1 di Anfield. Performa impresif The Reds sepanjang laga diubah menjadi tiga poin melalui gol-gol yang datang dari Jordan Henderson, Martin Skrtel dan Charlie Adam.

Setelah menyumbang gol dalam dua laga sebelumnya kontra Sunderland dan Arsenal, Suarez absen menjebol gawang lawan kali ini. Striker asal Uruguay itu malah membuang beberapa peluang emas, yang salah satunya saat dia berhadaan dengan kiper Jussi Jääskeläinen namun bola yang dicungkil melambung terlalu tinggi.

Meski gagal menyumbang gol, Suarez ternyata tetap dapat sanjungan dari Kenny Dalglish. Performa sang striker serta pergerakannya mendukung serangan 'Si Merah' membuat permainan Liverpool lebih hidup dan berbahaya.

"Pergerakannya brilian, dia selalu bergerak dan selalu berusaha berada di belakang (para bek). Dia adalah mimpi buruk buat pemain bertahan," sahut Dalglish seperti diberitakan Yahosports.

Salah satu kontribusi besar Suarez buat timnya adalah saat dia melepaskan umpan silang terukur yang gagal dituntaskan jadi gol oleh Stewart Downing. Namun dari momen tersebut Henderson bisa membuka kunggulan The Kop dengan golnya.

"Kami semua tahun dia pemain top. Dia menciptakan banyak hal dan dia bisa mencetak gol juga, dia menjalani musim panas yang panjang (terkait keikutsertaan di Copa America) tapi itu sepertinya tidak mempengaruhinya," timpal Downing memberi pujian.